SELAMAT DATANG DI BLOG MUARE SABAK KAMPUNG KITE

Selasa, 19 Oktober 2010

Melihat Perkembangan Kandidat Balon Bupati di Tanjab Timur

Bila dilihat dari rencana KPUD Tanjungjabung Timur, Pemilukada tinggal sekitar 5 bulan lagi, itu kalau tidak ada pengunduran waktu pelaksanaan dari KPUD yang disebabkan belum jelasnya anggaran Pemilukada.


Kendati jadwal belum ditetapkan KPUD Tanjungjabung Timur sebagai komandan dalam pelaksanaan Pemilukada, nama bakal calon bupati sejak beberapa bulan terakhir terus bermunculan. Mereka berasal dari berbagai profesi, ada pengusaha, birokrat, politisi dan artis.
Cara sosialisasi ke masyarakat juga berbeda. Seperti Isroni, H Saifudin, Muchtar Muis, Gatot Sumarto, Zumi Zola Zulkifli, dan M Juber, langsung mencantumkan tulisan Untuk Bupati Tanjungjabung Timur Periode 2011-2016 pada baleho masing-masing.


Sedangkan Rita Afriyanti, Moh Hamzah, dua diantara kandidat yang mensosialisasikan diri dengan hanya memasang baleho, tetapi hanya mencantumkan jabatan di organisasi maupun partai.


Bila Rita Afriyanti menuliskan Ketua DPC PDIP Tanjungjabung Timur pada balehonya, berbeda pula dengan Moh Hamzah yang mencantumkan Ketua Harian Ketahanan Pangan Tanjungjabung Timur.

Dari sekian baleho para kandidat, hanya satu baleho kandidat yang menuliskan untuk wakil bupati pada balehonya, yakni Ambo Tang, anggota DPRD Tanjungjabung Timur yang sepertinya menginginkan orang nomor dua saja.


Uniknya lagi, dari sekian kandidat yang bersosialisasi, ada yang sudah mundur sebelum bendera perang dikibar, dia adalah Suparno, Kadis Pendidikan Tanjungjabung Timur yang sempat memasang baleho dan menyebarkan kalender untuk menuju orang nomor satu di Tanjungjabung Timur.


Entah apa sebabnya Suparno mundur. Mundurnya Suparno tak jauh dari resufle kabinet Hich kepada Isroni, Kadis Pekerjaan Umum dan H Saipudin, Kadis Kelautan dan Perikanan.  Sejak itu, secara perlahan pantauan Radar Tanjab Group di lapangan, baleho Suparno diturunkan.


Mungkinkah Moh Hamzah akan terimbas apa yang dialami Isroni dan H Saifudin, bila alasan seorang pegawai negeri sipil terlebih yang memiliki jabatan harus mundur dari jabatannya untuk menghindari adanya penggunaan fasilitas negara atau lain sebagainya.


Saat ini, belum ada satu kandidatpun yang telah dideklarasikan secara kepartaian sebagai calon Bupati Tanjungjabung Timur. Semua masih adem-adem saja. Tapi, sederetan nama, diantaran Muchtar Muis, Zumi Zola Zulkifli, Isroni, H Saifudin, M Juber, Nur Ikwan, Anyur Ropik, Rita Afriyanti, tampak masih bertahan untuk maju menuju BH 1 TZ.


"Makin banyak calon, makin mudah untuk menentukan pilihan," sebut Rahman salah seorang warga di Kecamatan Muarasabak Barat ketika dimintai tanggapannya soal Pemilukada Tanjungjabung Timur.


Kata Rahman, masyarakat sudah pintar, dan memang sudah sepatutnyalah masyarakat bebas memilih tanpa ada tekanan dan bisikan.


"Lebih baik lagi, mari kita memilih pemimpin yang benar-benar merakyat, ia mau ke pasar melihat apa yang terjadi di pasar, ia juga mau ke lading melihat derita petani. Bukan yang main perintah saja. Mari kita pilih pemimpin yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme," ajak Rahman yang mengaku pusing dengan kegiatan korupsi, kolusi dan nepotisme itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar